
Ada istilah yang cuma ada di kamus orang Indonesia. Bukan flu. Bukan demam. Tapi rasanya ada di antara keduanya. Kita menyebutnya masuk angin. Tubuh terasa tidak enak tanpa alasan yang jelas. Perut kembung, begah seperti menyimpan angin. Kepala berat, leher dan punggung pegal seperti habis memanggul beban tak terlihat. Badan meriang, tidak panas tapi juga tidak dingin. Sendawa terus, kentut terus, tapi lega tidak pernah tuntas.
Orang tua kita bilang: kebanyakan kehujanan, kelamaan di AC, habis begadang, perut kosong kena angin malam. Secara medis, dunia tidak mengenal “masuk angin” sebagai diagnosis. Yang terjadi sebenarnya adalah kumpulan gejala: kelelahan, penurunan daya tahan, gas berlebih di lambung, gejala awal common cold karena perubahan cuaca. Anginnya tidak benar-benar masuk, tapi tubuh kita memang sedang protes karena ritmenya berantakan.
Uniknya, justru karena itu masuk angin terasa begitu manusiawi. Ia adalah sinyal tubuh yang bilang: “Hei, istirahat sebentar.” Dan sebelum ada obat masuk angin sachet di minimarket, nenek kita sudah punya jawabannya di dapur. Bukan obat yang memukul penyakit. Tapi ramuan yang menghangatkan, mengusir dingin dari dalam, dan mengajak tubuh kembali seimbang.

Wedang Jahe Sereh – Si Pengusir Angin Paling Cepat
Ini untuk yang perutnya kembung, mual, dan badan menggigil.
Bahan:
– 2 jempol jahe merah / jahe emprit, bakar sebentar lalu geprek
– 2 batang sereh, geprek
– 1 lembar daun pandan (opsional biar wangi)
– Gula aren secukupnya
– 400ml air
Rebus air, masukkan jahe dan sereh, biarkan mendidih pelan 10 menit sampai aromanya keluar. Masukkan gula aren, saring. Minum selagi panas, hirup uapnya.
Rahasia keberhasilan : Jahe punya gingerol yang menghangatkan lambung dan membantu mengeluarkan gas. Sereh membantu relaksasi otot perut.

Jamu Bandrek Komplit – Untuk Badan Pegal Merinding
Kalau masuk anginnya sudah sampai ke punggung pegal-pegal.
Bahan:
– Jahe, kunyit, kencur masing-masing 1 jempol
– 3 butir cengkeh
– Sejumput kayu manis dan lada hitam
– Susu atau santan sedikit (opsional)
– Gula jawa
Semua rimpang diiris tipis, rebus bersama cengkeh dan kayu manis dengan 500ml air. Setelah 15 menit, saring. Tambah gula jawa.
Rahasia keberhasilan : Minum malam hari sebelum tidur, lalu selimuti badan. Biasanya keringat akan keluar dan badan terasa lebih enteng paginya.

Teh Daun Mint, Jeruk Nipis dan Madu – Versi Segar Anti Mual
Untuk yang tidak kuat terlalu pedas jahe.
Bahan:
– Segenggam daun mint / daun pepermint
– 1 kantong teh tawar
– 1 sdm air jeruk nipis
– Madu
Seduh teh dan daun mint dengan air panas, tutup 5 menit. Setelah agak hangat, baru beri jeruk nipis dan madu. Jangan beri madu saat masih mendidih.
Rahasia keberhasilan : Ini bagus untuk mual, pusing, dan mulut yang pahit karena masuk angin.
Peringatan!!!
Ramuan di atas adalah perawatan tradisional untuk gejala ringan dan untuk menjaga daya tahan, bukan pengganti obat dokter. #4/02

