
Telur ikan sturgeon yang telah diproses dan digarami di dunia kuliner dinamai kaviar. Kaviar menjadi salah satu hidangan pembuka yang disajikan untuk Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, dan rombongannya selama berada di pesawat. Beberapa petinggi negara, selebritis dan kaum jetset biasa juga menyediakan menu kaviar saat menggelar pesta dan seremonial penting lainnya.
Ternyata, dalam penelusuran makanabiz.com, bahan baku kaviar mencapai puluhan juta rupiah. Executive Sous Chef Restoran Amuz Gourmet, Abu Halim mengatakan bahwa harga kaviar yang mahal itu dipengaruhi oleh ketersediaan. Menurutnya, semakin langka jenis kaviar, akan semakin mahal harganya.

Mengapa begitu? Kaviar adalah telur ikan sturgeon. Dan saat ini populasi sudah sangat kecil. Kaviar hitam paling banyak berasal dari telur ikan sturgeon dari laut kaspia di Azerbaijan, Iran dan Rusia. Sementara Varian kaviar yang paling mahal adalah varian Beluga, Ossetra dan Sevruga.
Beberapa kalangan pemerhati lingkungan mengkritik dan menentang kebiasaan makan kaviar ini. Mereka menuduh, gaya hidup mewah ini telah mendorong kepunahan ikan Sturgeon menjadi lebih cepat. Namun saat ini China telah mampu mengembangbiakan ikan sturgeon. Mereka juga berhasil memproduksi kaviar untuk konsumsi tanpa mengganggu kelestarian alam.
Kaviaer dianggap sebagai makanan mewah dan disajikan dengan cara garnis atau ditabur. Harga termurah untuk 250 gram sekitar Rp. 35 juta. Namun harga ini sangat bergantung pada ketersediaan kaviar di pasaran. #4/06

