Menduplikasi Chengdu di Indonesia, Kota Gastronomi Asia Pertama

Kata Gastronomi artinya tata boga. Sebuah seni atau ilmu tentang makanan yang baik atau good eating. Secara singkat dapat dijelas   gastronomi sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan kenikmatan dari makan dan minuman. 

Sumber lain menyebutkan gastronomi sebagai studi mengenai hubungan antara budaya dengan makanan. Dan gastronomi mempelajari berbagai komponen budaya dengan makanan sebagai pusatnya. Hubungan budaya dan gastronomi, karena gastronomi adalah produk budidaya. Sehingga   makanan dapat ditelusuri asal-usulnya dari lingkungan tempat bahan bakunya dihasilkan.

Chengdu, sebuah kota di Provinsi Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok, pada 2010 terpilih menjadi kota kreatif UNESCO sebagai kota gastronomi karena dianggap mampu memenuhi seluruh kriteria yang diisyaratkan.

Chengdu adalah kota pertama di Asia yang meraih gelar prestisius tersebut.  Chengdu diakui  sebagai kota lahirnya beragam kuliner tradisional Sichuan dan merupakan pusat komunitas profesional kuliner yang secara aktif mempromosikan inovasi dan strategi dalam pengembangan kualitas praktek kuliner Sichuan.

Chengdu memiliki budaya kuliner yang unik, di mana mampu mengeksplorasi potensi lokal dan melakukan pelestarian dan pengembangan budaya dengan sentuhan kreativitas. Kekayaan dari kuliner tradisional Chengdu yang sangat diunggulkan adalah kombinasi cita rasa yang sangat bervariasi berdasarkan lima elemen rasa, yaitu manis, asam, pahit, pedas, dan asin.

Kota ini juga memiliki potensi yang kaya dalam sumber daya dan sering mengadakan berbagai program atau festival di bidang kuliner berskala internasional, seperti International Food and Tour Festival. Visi dari Chengdu sebagai jaringan kota gastronomi UNESCO adalah membawa kuliner tradisional Sichuan memilki standar dan kualitas internasional.

Melihat fenomena Chengdu, sudah seharusnya kota-kota di Indonesia ini meniru langkah cerdas tersebut. Sebut saja, Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Padang, Medan atau kota-kota lain di Indonesia, yang masing-masing memiliki kekhasan dalam hal kulinernya. Bahkan Indonesia jauh lebih kaya untuk urusan budaya. Apalagi dukungan pemerintah saat ini tengah gencar-gencarnya dibidang ekonomi kreatif. Semoga saja mimpi menjadi kota gastronomi di Indonesia dapat terwujud. #4/24

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *