
Jamur himeji atau buna shimeji, jenis jamur yang sangat nikmat rasanya. Selain enak, jamur shimeji memiliki banyak manafat bagi kesehatan. Jamur shimeji memiliki nama latin Hypsizygus Tessellatus yang merupakan jamur yang sangat sulit dibudidayakan. Jamur shimeji biasa tumbuh dipohon beech atau fagus yang sangat banyak tumbuh di Eropa dan Asia.
Jamur shimeji tidak dapat dikonsumsi secara mentah karena memiliki rasa yang amat pahit. Namun, rasa pahit ini dapat dihilangkan dengan memasak jamur shimeji. Berikut ini makanabiz.com ulas 10 manfaat jamur shimeji secara bersambung :

Antiinflamasi
Secara alamiah, jamur shimeji berfungsi sebagai antiinflamasi alami. Kandungan antiinflamasi Sesuai dengan namanya, kandungan ini berperan sebagai pencegah terjadinya inflamasi atau peradangan dalam tubuh. Pada jamur ini ada senyawa ergothioneine, yang juga dipercaya ampuh untuk menurunkan efek peradangan pada tubuh.
Antioksidan
Meski secara penampilan tidak memiliki warna yang cerah seperti sayur dan buah-buahan berantioksidan lainnya, namun jamur shimeji memiliki beberapa senyawa antioksidan di dalamnya. Senyawa tersebut antara lain, selenium, beta-glukan, dan ergothioneine. Peran senyawa antioksidan sangat penting untuk melindungi imun tubuh. Terutama sebagai penangkal efek samping yang diakibatkan dari akumulasi dari radikal bebas dalam tubuh.

Menekan Kanker
Kandungan antioksidan jamur shimeji, seperti selenium dan beta-glukan, secara ilmiah efektif menekan risiko kanker. Secara prisip pengobatan, kedua senyawa tersebut berfungsi meminimalisir efek radikal bebas dalam tubuh. Jika dibiarkan dan menumpuk dalam rentang waktu yang lama, efek buruk ini bisa memicu timbulnya berbagai penyakit kronis, salah satunya yaitu kanker.
Penetral Racun
Selenium dalam jamur shimeji ini memiliki fungsi sebagai penetral racun dalam tubuh. Caranya kerjanya dengan mengubah racun menjadi cairan netral di dalam tubuh yang tidak berbahaya. Tak hanya penetral racun, peran lain selenium yaitu sebagai perangsang tubuh sehingga produksi selenoprotein lebih optimal. Fungsi selenoprotein sendiri berkaitan erat dengan kesehatan tubuh seseorang.
Sumber Vitamin D
Sangat sulit sekali menemukan sumber pangan nabati yang mengandung vitamin D. Kebanyakan, jenis vitamin D memang lazim ditemui pada produk makanan hewani. Salah satu sumber pangan non-hewani yang mengandung vitamin ini yaitu jamur-jamuran, termasuk jamur shimeji. Vitamin D memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, selain baik untuk menjaga kekuatan dan pertumbuhan tulang, vitamin ini juga berperan untuk menjaga kesehatan paru-paru dan organ kardiovaskular. (bersambung) #5/24

