
Susu cair tidak hanya dikonsumsi langsung, tetapi juga menjadi bahan baku penting dalam industri jasa boga—seperti pembuat yoghurt, pelengkap sereal, hingga pengganti santan. Karena setiap jenis memiliki pengolahan dan komposisi yang berbeda, membaca label produk sangat penting untuk menentukan susu yang sesuai dengan kebutuhan industri maupun konsumsi harian.
Berdasarkan Kategori Pangan Badan POM RI (2006), berikut adalah pembagian dan karakteristik dasar jenis-jenis susu cair:
Klasifikasi Berdasarkan Pengolahan Suhu
- Susu Segar: Susu murni dari ternak sehat (sapi, kambing, kerbau, dll.) yang diperah secara benar tanpa penambahan/pengurangan bahan baku dan tanpa perlakuan apa pun selain pendinginan.
- Syarat minimum: Lemak
, padatan bukan-lemak
.
- Syarat minimum: Lemak
- Susu Pasteurisasi: Susu (segar, rekonstitusi, atau rekombinasi) yang dipanaskan dengan metode Holding atau High Temperature Short Time (HTST), lalu dikemas steril secara aseptis.
- Syarat minimum: Lemak
, padatan bukan-lemak
, serta lolos uji reduktase (warna biru metilen bertahan
jam).
- Syarat minimum: Lemak

- Susu UHT (Ultra High Temperature): Susu yang disterilkan pada suhu minimum
selama 2 detik dan dikemas steril secara aseptis.
- Syarat minimum: Lemak
, padatan bukan-lemak
, serta lolos uji reduktase.
- Syarat minimum: Lemak
- Susu Steril: Susu yang dipanaskan di atas
hingga mencapai steril komersial dan dikemas secara kedap udara (hermetis).
- Syarat minimum: Lemak
, padatan bukan-lemak
, serta lolos uji reduktase.
- Syarat minimum: Lemak
Klasifikasi Berdasarkan Kandungan Lemak
- Susu Tanpa Lemak (Susu Skim): Susu yang sebagian besar lemaknya dihilangkan (kadar lemak
) dengan protein minimal
. Pengolahannya dapat melalui metode pasteurisasi, UHT, atau sterilisasi.
- Susu Rendah Lemak: Susu yang dikurangi kadar lemaknya hingga berada di rentang
, dengan protein minimal
.

Klasifikasi Berdasarkan Formulasi dan Bahan Bakar
- Susu Rekonstitusi: Susu cair yang dibuat dari proses pelarutan kembali susu bubuk (full cream, skim, atau low fat) menggunakan air, lalu dipasteurisasi, disterilisasi, atau di-UHT. Karakteristik dasarnya mengacu pada jenis susu asal yang digunakan.
- Susu Rekombinasi: Susu cair yang dihasilkan dari pencampuran komponen susu (seperti krim dan susu skim) dengan air atau susu murni.
- Susu Lemak Nabati (Filled Milk): Susu cair yang sebagian atau seluruh lemak susunya digantikan oleh minyak/lemak nabati dengan jumlah setara. Memiliki tampilan dan kegunaan mirip susu segar.
- Syarat minimum: Kadar lemak
, total padatan bukan-lemak
.
- Syarat minimum: Kadar lemak
Memahami perbedaan definisi dan kriteria dasar ini membantu konsumen dan pengusaha kuliner memilih jenis susu yang paling cocok untuk resep maupun proses produksi mereka. #4/47

