
Babat sapi merupakan salah satu bagian jeroan yang populer dalam kuliner Indonesia. Teksturnya kenyal dan cocok diolah menjadi soto, gulai, tongseng, sop, nasi campur, hingga babat gongso. Meski enak, mengolah babat butuh penanganan khusus. Jika tidak dibersihkan dengan benar, aromanya bisa menyengat dan masih terdapat kotoran pada permukaannya. Berikut cara membersihkan babat sapi agar lebih bersih, tidak amis, dan siap dimasak.
1. Pilih Babat yang Segar
Sebelum membersihkan, perhatikan kondisinya.
Babat segar umumnya memiliki tekstur kenyal dan tidak berlendir berlebihan. Hindari babat yang memiliki bau busuk menyengat, warna tidak wajar, atau tekstur sangat lembek. Jika membeli babat yang sudah dibersihkan oleh penjual, tetap cuci dan periksa kembali sebelum dimasak.
2. Bilas dengan Air Mengalir
Letakkan babat di bawah air mengalir. Bilas beberapa kali sambil menggosok permukaannya secara perlahan untuk menghilangkan sisa kotoran. Gunakan tangan bersih atau sarung tangan khusus untuk menangani jeroan mentah. Jangan menggunakan spons atau alat yang kemudian dipakai untuk mencuci peralatan makan.
3. Bersihkan Permukaannya
Jika babat masih memiliki kotoran atau lapisan yang menempel, kerik secara perlahan menggunakan pisau tumpul atau alat yang sesuai. Jangan mengerik terlalu keras, karena dapat merusak struktur babat. Untuk babat yang masih berwarna gelap atau memiliki lapisan yang belum dibersihkan, proses ini mungkin perlu dilakukan beberapa kali.
4. Gunakan Air Panas
Setelah dibilas, babat dapat dicelupkan atau disiram dengan air panas untuk membantu melonggarkan sisa lapisan dan kotoran. Jangan mengandalkan air panas saja untuk membuat babat aman dikonsumsi. Keamanan utama diperoleh melalui pemasakan yang benar-benar matang. Setelah perlakuan air panas, bilas kembali dengan air bersih.

5. Hilangkan Bau dengan Rempah
Untuk membantu mengurangi aroma khas jeroan, babat dapat direbus bersama rempah seperti: Jahe, serai, daun salam, daun jeruk dan lengkuas.
ng lebih segar pada babat.
6. Rebus hingga Empuk
Setelah bersih, masukkan babat ke dalam panci berisi air bersih. Tambahkan rempah aromatik seperti jahe, serai, daun salam, atau daun jeruk. Rebus hingga babat matang dan mencapai tekstur yang diinginkan. Waktu perebusan bisa cukup lama karena babat memiliki jaringan yang relatif kuat. Untuk mempercepat proses, pressure cooker dapat digunakan sesuai petunjuk alat. Jangan hanya berpatokan pada waktu. Pastikan babat benar-benar matang dan teksturnya sudah sesuai sebelum dikonsumsi.
7. Buang Air Rebusan Pertama
Untuk mengurangi aroma khas jeroan, sebagian orang membuang air rebusan pertama.
Caranya: Rebus babat hingga mendidih, buang air rebusan dan bilas. Selanjutnya rebus kembali dengan air bersih dan rempah-rempah. Metode ini dapat membantu menghasilkan babat dengan aroma yang lebih ringan.
8. Potong Setelah Empuk
Setelah babat matang dan cukup empuk, tiriskan dan biarkan agak dingin. Kemudian potong sesuai kebutuhan. Untuk soto, misalnya, babat dapat dipotong tipis. Untuk gulai atau tumisan, potongan bisa dibuat sedikit lebih besar. Memotong setelah perebusan juga membuat proses lebih mudah karena tekstur babat sudah lebih lunak.
Tips agar Babat Tidak Bau
Pertama, bersihkan babat secara menyeluruh sebelum direbus.
Kedua, gunakan rempah aromatik seperti jahe, serai, daun jeruk, dan lengkuas.
Ketiga, bila perlu lakukan perebusan awal dan buang airnya.
Keempat, jangan memasak babat bersama bahan makanan lain sebelum babat benar-benar dibersihkan dan dimasak.
Kelima, segera simpan babat yang sudah matang dalam lemari pendingin jika tidak langsung digunakan.
Penting: mencuci atau merendam babat tidak dapat menggantikan proses pemasakan dalam membunuh mikroorganisme berbahaya. Membersihkan babat sapi memang membutuhkan sedikit kesabaran. Kuncinya adalah bilas, bersihkan permukaan, perlakukan dengan air panas, rebus dengan rempah, dan masak hingga matang serta empuk. Dengan penanganan yang tepat, babat yang awalnya memiliki aroma cukup kuat dapat berubah menjadi bahan makanan yang bersih, empuk, gurih, dan nikmat.

