
Membekukan daging tidak bisa dilakukan secara serampangan. Karena daging yang disimpan dalam kondisi mentah, maka bahan tersebut sangat rawan busuk dan tercemar bakteri atau virus-virus yang dapat membahayakan kesehatan.
Cara yang benar untuk menyimpan daging mentah maupun matang sebaiknya divakum di dalam plastik. Cara ini mencegah kontaminasi silang dengan produk lain di dalam freezer. Selain itu menyimpan dalam kondisi permukaan daging yang terbuka dapat mempercepat proses “freezer burn” (kerusakan akibat paparan udara dingin). Kerusakan ini dapat menyebabkan kondisi daging menjadi kehitaman dan citarasanya berubah total. Jika dipaksakan dimasak maka daging akan menjadi keras dan teksturnya menjadi alot dan kering.

Pembekuan Ulang
Jangan sekali-kali melakukan pembekuan ulang pada daging yang telah dicairkan atau dikeluarkan dari freezer. Hal ini karena proses pembekuan akan menciptakan kristal es tajam yang menusuk molekul protein pada daging. Proses ini membuat daging terlihat lebih tebal, terutama jika daging belum benar-benar dikeringkan sebelum di freezer ulang.
Sebaiknya jangan pernah melakukan pembekuan ulang daging setelah dicairkan. Karena setelah dicairkan, daging akan melepas sarinya dalam bentuk cairan seperti darah encer. Bila sudah terjadi hal ini, bisa dipastikan flavor atau cita rasa daging akan berkurang atau hilang sama sekali. Belum lagi proses perkembangan bakteri yang sangat mungkin terjadi bila dibekukan ulang.

Jangan Terlalu Lama
Yang tidak boleh dilewatkan adalah berapa lama daging itu disimpan atau dibekukan. Secara ideal, daging disimpan dalam kondisi beku hanya boleh sampai 6 bulan saja. Apalagi jika disimpan dalam freezer rumahan yang hanya mampu mencapai 0 derajat Celcius. Karena simpan daging paling ideal adalah pada suhu – 30 derajat Celcius. Jadi kalau disimpan di kulkas rumah sebaiknya tidak lebih dari 2 atau 3 bulan saja. Jika lebih lama dari itu kualitas daging akan menurun sehingga tidak ada lagi cita rasanya saat dikonsumsi.

