4 Manfaat Makan Perlahan untuk Kesehatan Tubuh dan Pencernaan

Proses pencernaan makanan diawali dengan mengunyah. Secara medis, manusia harus mengunyah hingga 32 kali pada setiap suapannya. Namun gaya hidup yang serba cepat dan terburu-buru membuat, mengunyah selama itu tidak memungkinkan untuk dilakukan. Padahal jika saran kunyahan ini dilakuan banyak manfaat kesehatan yang dapat diperoleh. Apa saja manfaat makan secara perlahan? Simak ulasan makanabiz berikut ini.

Menurunkan Berat Badan

Ternyata selain olahraga diet seperti renang, lompat tali dan  renang menurunkan berat badan juga dapat dilakukan dengan mengunyah makanan secara perlahan.  Sebab, mengunyah dalam kecepatan rendah memberikan kesempatan   mengirimkan sinyal pada otak tentang kondisi perut, terutama pada informasi kenyang tidaknya.  Bila sudah begitu  berat badan akan turun secara cepat dan  efektif. 

Lancarkan Pencernaan

Makan perlahan akan membuat produksi  air liur dimulut bertambah besar. Air liur inilah yang berfungsi mengirimkan enzim  memecah partikel makanan. Selain itu air liur juga bertugas menyemprotkan zat anti bakteri pada makanan yang sedang dikunyah.  Saat makan secara perlahan, semua proses itu akan membuat percernaan lebih sehat.

Cegah Bau Mulut

Makan secara perlahan dapat  membantu  mencegah terbentuknya plak dan bau mulut. Plak dapat dinetralkan oleh produksi air liur yang berlimpah. Air liur memiliki  kandungan hydrogen karbonat yang mampu  membunuh bakteri yang berbahaya serta dapat membersihkan   sisa makanan di sekitar gigi.

Cegah Resistensi Insulin

Makan yang terlalu cepat dan tergesa-gesa dapat menimbulkan resistensi insulin.   Resistensi insulin adalah  kondisi  sel-sel tubuh tidak mampu  menyerap gula darah secara benar karena  terganggunya respon dari sel tubuh pada insulin. Ini adalah kondisi awal dari  penyakit diabetes dan penyakit jantung. Tak hanya itu, makan  cepat dapat memicu munculnya  sindrom metabolic. Sindrom yang merupakan  kombinasi berbagai macam gejala penyakit seperti obesitas, kolesterol,  darah tinggi, dan resistensi insulin. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *