Cara Deteksi Sederhana Kandungan Formalin Pada Bahan Olahan Seafood

Formalin adalah bahan pengawet yang dilarang digunakan dalam makanan. Sayangnya, kasus penyalahgunaan formalin pada bahan olahan seafood masih sering ditemukan di pasar tradisional. Mulai dari ikan segar, cumi, udang, hingga bakso ikan, semuanya berisiko terpapar. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk mengetahui cara deteksi sederhana kandungan formalin pada bahan olahan seafood sebelum membeli dan mengonsumsinya.

Bahaya Formalin Pada Seafood Bagi Kesehatan

Sebelum masuk ke cara deteksi, Anda perlu paham kenapa formalin sangat berbahaya. Formalin mengandung formaldehida 37% yang seharusnya hanya untuk mengawetkan mayat atau spesimen laboratorium. Jika masuk ke tubuh melalui makanan, formalin bisa menyebabkan iritasi lambung, mual, muntah, diare, hingga kerusakan ginjal dan hati dalam jangka panjang.

BPOM menegaskan formalin bukan bahan tambahan pangan. Paparan jangka panjang bahkan bersifat karsinogenik atau memicu kanker. Inilah alasan mengapa kemampuan untuk mendeteksi ciri seafood berformalin menjadi keterampilan penting bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.

Beda ikan segar dengan ikan yang berformalin

7 Ciri Seafood Berformalin yang Mudah Dikenali

Berikut cara cek formalin secara sederhana tanpa alat laboratorium. Anda bisa melakukan deteksi awal hanya dengan mengandalkan indra penciuman, penglihatan, dan peraba.

1. Bau Tidak Amis dan Menyengat Kimia
Seafood segar normal memiliki bau amis khas laut yang segar. Seafood yang mengandung formalin justru tidak berbau amis sama sekali, melainkan bau menyengat seperti obat atau bau khas rumah sakit. Jika Anda mencium bau formalin pada ikan atau cumi, hindari membelinya.

2. Warna Terlalu Pucat dan Mengkilap Tidak Wajar
Ciri ikan berformalin adalah insangnya berwarna pucat keputihan, bukan merah segar. Daging ikan, udang, atau cumi terlihat sangat cerah, putih bersih, dan mengkilap seperti plastik. Warna seafood berformalin tidak mudah pudar meski disimpan lama di suhu ruang.

3. Tekstur Kenyal, Keras, dan Tidak Mudah Hancur
Tekan daging seafood dengan jari. Jika teksturnya sangat kenyal, kaku, dan seperti karet, patut dicurigai mengandung formalin. Udang berformalin tidak mudah putus saat ditarik, cumi sangat liat, dan bakso ikan memantul seperti bola bekel. Seafood segar asli justru lembut dan mudah hancur.

4. Awet Berhari-hari di Suhu Ruang
Ini adalah cara deteksi formalin paling mudah. Seafood normal akan membusuk dalam 1 hari di suhu ruang dan mengeluarkan bau busuk. Seafood dengan formalin bisa tahan 3-5 hari di suhu ruang tanpa busuk dan tanpa dihinggapi lalat. Jika lalat saja tidak mau hinggap, jangan dikonsumsi manusia.

5. Tidak Dihinggapi Lalat
Lalat sangat sensitif terhadap bahan kimia. Pedagang yang menjual seafood berformalin biasanya tokonya sepi dari lalat. Perhatikan lingkungan sekitar lapak. Jika ikan lain dihinggapi lalat tapi satu jenis tidak, itu indikasi kuat adanya pengawet berbahaya.

6. Air Rendaman Bening dan Tidak Berbau
Saat merendam ikan atau cumi, perhatikan air rendamannya. Air rendaman seafood segar akan keruh dan amis. Air rendaman seafood berformalin tetap bening, tidak berbau, dan licin di tangan.

7. Gunakan Rapid Test Kit Formalin
Untuk deteksi yang lebih akurat, Anda bisa membeli test kit formalin yang dijual bebas di apotek atau marketplace. Harganya terjangkau, sekitar 30-50 ribu. Caranya, teteskan reagen pada sampel makanan, jika berubah warna menjadi ungu, positif mengandung formalin. Ini adalah cara cek formalin yang direkomendasikan untuk UMKM kuliner.

Ikan tak segar sangat berpotensi mengundang penyakit

Cara Aman Mengolah Bahan Olahan Seafood

Jika Anda sudah membeli bahan olahan seafood, lakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko. Cuci seafood dengan air mengalir berkali-kali. Rendam dalam air garam hangat atau air leri selama 30-60 menit untuk melarutkan sisa formalin di permukaan. Meskipun tidak menghilangkan 100%, cara ini bisa mengurangi kadarnya.

Pastikan membeli seafood di tempat terpercaya, yang memiliki sertifikat atau yang sudah diawasi dinas kesehatan. Jangan tergiur harga murah dengan penampakan terlalu sempurna dan awet tidak wajar.

Deteksi sederhana kandungan formalin pada bahan olahan seafood memang tidak seakurat uji laboratorium, namun sangat membantu sebagai langkah awal perlindungan keluarga. Dengan mengenali ciri seafood berformalin, memahami bahaya formalin, dan melakukan cara cek formalin yang tepat, Anda bisa lebih selektif memilih makanan sehat.

Selalu ingat, seafood segar itu cepat busuk, berbau amis, dan disukai lalat. Jika ada seafood yang terlalu awet, terlalu cantik, dan tidak berbau, justru itu yang berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *