
Pernah buka wadah beras, ternyata ada kutu kecil yang jalan-jalan? Tenang, kamu nggak sendirian. Kutu beras (Sitophilus oryzae) memang bisa muncul terutama jika beras disimpan terlalu lama, lembap, atau sudah membawa telur/larva sejak sebelum dibeli. Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana untuk mencegah beras berkutu.
Pilih Beras yang Kondisinya Baik
Sebelum membeli, perhatikan kondisi beras. Pilih beras yang tidak berbau apek, tidak lembap atau menggumpal. Perhatikan juga ada tidaknya serangga kecil. Kondisi kemasan juga harus utuh, tidak koyak atau berlubang. Jangan membeli beras dalam jumlah sangat besar jika konsumsi rumah tangga tidak banyak. Semakin lama beras disimpan, semakin besar peluang kualitasnya menurun.
Gunakan Wadah Kedap Udara
Setelah kemasan dibuka, pindahkan beras ke wadah yang bersih, kering, dan tertutup rapat. Wadah kedap udara membantu mengurangi masuknya serangga sekaligus melindungi beras dari kelembapan. Jangan mencampur beras baru dengan sisa beras lama. Habiskan dan bersihkan wadah terlebih dahulu sebelum mengisinya kembali.
Wadah Kering
Kadang ini sering disepelekan. Sedikit air atau kelembapan di dalam wadah dapat membuat beras lebih cepat rusak dan menciptakan kondisi yang disukai hama. Setelah mencuci wadah, keringkan sampai benar-benar tidak ada sisa air sebelum memasukkan beras.
4. Simpan di Tempat Sejuk dan Kering
Saat menyimpan beras hindari menyimpan beras di tempat yang terkena sinar matahari langsung, dekat kompor, dekat wastafel, tempat-tempat lembab atau tempat yang terlalu panas. Simpan beras pada tempat yang sejuk, kering, dan bersih lebih ideal untuk penyimpanan beras.

5. Gunakan Daun Salam atau Bahan Aromatik?
Banyak orang menggunakan daun salam, daun pandan, bawang putih, atau cabai kering untuk mengusir kutu beras. Aroma bahan-bahan tersebut mungkin membantu mengganggu atau mengurangi ketertarikan serangga, tetapi jangan menganggapnya sebagai metode yang benar-benar menjamin beras bebas kutu. Jika digunakan, pastikan bahan tambahan tersebut kering dan bersih agar tidak justru menambah kelembapan atau menyebabkan jamur.
Bekukan Beras
Jika kamu ingin menyimpan beras dalam waktu cukup lama, salah satu cara yang praktis adalah memasukkannya ke freezer dalam wadah atau kantong yang tertutup rapat. Suhu rendah dapat membantu membunuh serangga dan stadia hama yang mungkin terbawa dalam beras. Setelah dikeluarkan dari freezer, biarkan beras kembali ke suhu ruang dalam wadah tertutup sebelum dibuka. Ini membantu mencegah kondensasi air masuk ke beras.
Jangan Terlalu Lama
Membeli beras dalam jumlah besar memang terasa lebih hemat, tetapi belum tentu lebih praktis. Untuk rumah tangga dengan konsumsi kecil, lebih baik membeli sesuai kebutuhan sehingga stok beras dapat lebih cepat berputar. Gunakan prinsip: “First in, first out” (FIFO)
Beras yang dibeli lebih dulu digunakan lebih dulu.
Jika kutu baru terlihat sedikit dan beras masih dalam kondisi baik, beras dapat dipisahkan dan dibersihkan sebelum dimasak. Namun, jangan dikonsumsi jika beras sudah berjamur, berbau apek/aneh, sangat lembap, berubah warna secara mencurigakan, atau menunjukkan tanda kerusakan berat.
Jangan menggunakan insektisida atau obat serangga langsung pada beras yang akan dimakan. Beras berkutu bukan hanya soal kebersihan. Kondisi penyimpanan, suhu, kelembapan, lama penyimpanan, dan kondisi beras sejak awal semuanya berpengaruh. Kalau ingin beras lebih awet, kuncinya sederhana: BERSIH + KERING + KEDAP UDARA + TIDAK DISIMPAN TERLALU LAMA. #4/21

