
Kalau sate biasa dagingnya dipotong dan ditusuk, Sate Lilit itu dagingnya dicincang halus, dicampur kelapa parut sangrai, santan, dan base genep Bali (kunyit, serai, daun jeruk, bawang), lalu dililitkan di batang serai atau bambu pipih, bukan ditusuk. Karena dililit, teksturnya jadi lembut tapi padat dan tidak mudah hancur, plus aromanya super wangi dari batang serainya saat dibakar. Asalnya dari Klungkung, Bali, dan dulu jadi bagian penting upacara adat seperti Galungan-Kuningan karena filosofinya gotong-royong. Berikut cara membuatnya :
Bahan utama:
Ikan: 400 gram daging ikan tenggiri giling halus (bisa pakai kakap)
Kelapa: 50gram kelapa parut
Batang serai: 15 batang, ambil bagian bawahnya buat tusukan
Daun jeruk: 3 lembar, iris super tipis

Bumbu halus:
Bawang: 5 siung bawang merah, 3 siung bawang putih
Cabe: 2 buah cabe merah besar, buang biji kalau gak suka pedas
Rempah: 1 ruas kunyit, 1 ruas kencur, 1 ruas lengkuas, 1 sdt terasi bakar, 2 butir kemiri
Seasoning: 1 sdt gula merah, 1/2 sdt garam, 1/2 sdt lada
Cara membuat:
Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak sampai harum, masukkan daun jeruk. Dinginkan.
Campur ikan giling, kelapa parut, dan bumbu tumis. Uleni sampai lengket dan bisa dibentuk.
Ambil 2 sdm adonan, lilitkan dan kepal-kepal di batang serai sampai menempel kuat.
Bakar di atas bara atau teflon api kecil sambil dibolak-balik sampai matang keemasan, sekitar 12 menit.

Tips biar gak gagal:
Jangan pakai ikan yang terlalu berair seperti lele atau patin, nanti hancur pas dibakar. Tuna, tenggiri, kakap, marlin paling aman.
Kalau adonan lilit masih lembek, tambah 1 sdm tepung tapioka.
Sate ikan enaknya jangan overcook, kalau kelamaan jadi kering. #4/46

