
Banyak yang belum belum bisa membedakan antara kuliner Jepang dan kuliner Korea. Padahal kedua kuliner ini sangat berbeda, mau tahu apa bedanya simak ulasan makanabiz.com berikut ini:
Meski tidak semua, kuliner Jepang umumnya berfokus pada rasa umami yang lembut, menonjolkan kesegaran bahan mentah, contoh yang paling mudah adalah lahan aneka seafood. Kuliner Jepang dinilai minim penggunaan bumbu pekat.
Sebaliknya, kuliner Korea didominasi bumbu bold yang kuat seperti bawang putih, minyak wijen, dan gochujang alias pasta cabai, yang menghasilkan hidangan kaya rasa, berani, dan mayoritas pedas. Berikut detail perbedaan spesifik antara kedua kuliner tersebut:

Rasa dan Bumbu
Makanan Jepang menggunakan sedikit gula dan rempah, mengandalkan kaldu dashi, kecap asin atau shoyu, dan mirin.
Makanan Korea cenderung menggunakan cabai merah, bubuk cabai atau gochugaru dan beberapa bahan dari proses fermentasi yang kuat.
Bahan Utama
Jepang sangat identik dengan makanan laut dan sayuran segar, dengan daging merah yang relatif lebih jarang dikonsumsi.
Korea sangat menyukai daging pilihan utamanya daging sapi dan babi yang diolah menjadi barbekyu, serta berbagai jenis olahan sayuran.

Penyajian dan Ritual
Makanan Jepang disajikan dalam porsi kecil khusus per individu dengan ritual penggunaan sumpit kayu.
Makanan Korea biasanya disajikan di tengah meja dalam piring-piring sharing bersama lauk pendamping (banchan) dan dimakan menggunakan sumpit logam.
Contoh Hidangan:Jepang: Sushi (ikan mentah), Ramen, Tempura, dan Takoyaki.Korea: Kimchi (sayur fermentasi), Kimchi Jjigae (sup), Tteokbokki, dan Korean BBQ seperti Bulgogi.
Kuliner Jepang dan Korea kelihatan mirip karena sama-sama pakai nasi, sup, dan lauk beraneka ragam, tapi filosofinya beda banget.
Cara gampang bedainnya.
Kalau rasanya bikin kamu bilang “wah, bahannya segar banget ya” itu Jepang. Kalau bikin kamu bilang “wah, bumbunya nampol!” itu Korea.

