5 Fakta Unik Kue Serabi

Serabi merupakan kudapan tradisional berbahan dasar tepung beras dan santan yang dimasak layaknya pancake, tetapi menggunakan wajan tanah liat di atas tungku. Kue bercita rasa gurih ini bisa disajikan dengan saus gula merah untuk rasa manis, dan relatif mudah ditemukan di berbagai tempat.

  • Asal-usul Nama: Kata “serabi” atau “surabi” disinyalir berasal dari bahasa Sunda (sura) maupun bahasa Jawa (suro) yang sama-sama berarti “besar”.
  • Silang Pendapat Sejarah: Pakar kuliner Bondan Winarno mengemukakan dua kemungkinan asal-usul serabi, yaitu dipengaruhi kuliner India (kue appam) atau pengaruh Belanda (seperti hidangan pinukuik di Sumatera Barat).
  • Keberagaman Daerah: Setiap daerah memiliki ciri khas serabi masing-masing:
    • Jawa Barat: Serabi Bandung berbahan tepung terigu dengan kuah santan gula jawa; Serabi Rengasdengklok berwarna hijau daun suji berbahan campuran tepung ketan; serta Serabi Kuningan yang dinikmati bersama gorengan.
    • Jawa Tengah & Jakarta: Dikenal sebagai Serabi Solo (tepung beras dan santan) serta Kue Ape di Jakarta (tepung terigu dan susu) yang bertekstur lembut.
    • Sumatera: Serabi Minang khas dengan kuah campuran buah, seperti kuah durian.
  • Bagian dari Tradisi dan Mitos: Serabi sering menjadi bagian dari peringatan Isra Mi’raj pada tanggal 27 Rajab. Di Aceh, terdapat kisah rakyat tentang kue serabi (apem) yang diyakini menjadi pelindung seseorang di alam kubur setelah dibagikan oleh keluarganya, meski tradisi ini kini mulai memudar.
  • Inovasi Modern: Agar tetap diminati dan tidak terkesan sebagai makanan kelas bawah, serabi kini disajikan dengan beragam topping modern seperti keju, sosis, telur, cokelat, hingga variasi warna-warni (serabi rainbow). #4/44

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *