Awas, 4 Penyakit Akibat Konsumsi Daging Ayam Tak Matang

Daging ayam memang jadi menu favorit banyak orang. Harganya yang terjangkau dan rasanya yang enak membuat daging jadi menu yang layak konsumsi setiap saat. Bukan hanya itu, daging ayam juga terbilang mudah untuk diolah menjadi kuliner yang lezat. Namun bukan berarti daging ayam tidak memiliki potensi bahaya bagi kesehatan. Daging ayam yang kurang matang saat diolah dapat  menyebabkan kontaminasi berbagai jenis bakteri atau virus. Berikut ini makanabis akan membagi fakta bahaya konsumsi daging ayam tak matang sempurna.

Tipes

Demam tifoid atau tipes (Typus) dipicu oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Tubuh ayam ternak adalah zona perkembangbiakannya.  Bottom of Form

Bila terkena tipes, gejala awalnya diare, perdarahan, atau gangguan pencernaan serius. Gejala ini akan muncul beberapa hari atau paling lama dua minggu setelah mengkonsumsi daging ayam yang belum matang. Gejala lain seperti demam tinggi, nyeri otot, mual, lemas, kram  perut, serta  hilangan nafsu makan. Parahnya, jika tak cepat mendapat pertolongan medis,  tipes bisa menyebabkan kematian.

Flu burung

Virus H5N1, sempat melanda  Indonesia yang kondang dengan nama flu burung. Virus ini dapat  hidup dalam tubuh ayam serta unggas lainnya, yang dapat t ditularkan ke manusia.Potensi terbesar tertular flu burung ini apabila mengkonsumsi daging ayam yang belum matang. Gejala flu burung adalah  batuk, kesulitan  bernapas, tenggorokan sakit, demam panjang, nyeri otot, serta gejala flu lainnya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) rekomendasikan, memasak ayam hingga suhu dagingnya mencapai 74 derajat Celsius  akan membunuh virus H5N1.

Gastroenteritis alias Flu Perut

Flu perut atau gastroenteritis mungkin belum begitu popular di Indonesia, namun penyakit ini sering kali terjadi.  Flu perut sejatinya adalah  peradangan lambung atau usus karena infeksi. Bakteri atau parasit yang ada pada daging ayam disebut menyebabkan penyakit ini. Tidak butuh waktu lama, mungkin hanya butuh 1-3 hari bagi penyakit ini menyerang setelah terkontaminasi dengan gejala sakit perut, diare, muntah, demam, dan dehidrasi.

Sindrom Guillain Barre

Penyakit ini sering menyerang anak-anak meski bisa saja terjadi pada orang dewasa. Sindrom ini mengakibatkan lemah otot hingga kelumpuhan. Menurut penelitian penyebabnya adalah infeksi bakteri Campylobacter yang biasa  hidup dalam daging ayam. Waspada bila muncul gejala   gatal di tangan dan kaki, atau nyeri otot, tekanan darah rendah, detak jantung tak beraturan, sulit bernapas, sulit menelan, dan sulit bergerak itu adalah gejala awal sindrom guillain barre.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *