Garam Biasa vs Garam Meja: Apa Bedanya? Jangan Sampai Salah Pilih!

Bagi orang awam semua garam terlihat sama: putih, asin, dan digunakan untuk memasak. Padahal garam biasa dan garam meja ternyata memiliki beberapa perbedaan dari segi proses pengolahan, tekstur, kandungan mineral, hingga penggunaannya. Mau tahu bedanya, baca ulasan makanabiz berikut ini :

Proses Pembuatan

Garam Biasa

Umumnya garam biasa berasal dari air laut yang diuapkan hingga mengkristal atau dari tambang garam. Tentu saja pengelolaannya lebih sederhana sehingga mengandung sedikit mineral alami.

Garam Meja

Garam meja merupakan garam yang telah dimurnikan lebih lanjut sehingga hampir seluruh kandungannya adalah natrium klorida (NaCl). Garam ini biasanya ditambahkan zat anti-penggumpal agar tidak mudah menggumpal serta sering diperkaya dengan yodium.

Tekstur

Garam biasa

Memiliki butiran cenderung lebih besar, dengan tekstur kadang lebih kasar atau bongkahan-bongkahan lembut. Hal ini membuat garam biasa jauh lebih butuh waktu ketika dilarutkan.

Garam meja

Kebalikan daria garam biasa, garam meja memiliki butiran yang sangat halus. Sifatnya juga sangat mudah larut, sehingga lebih mudah tercampur dengan masakan atau adonan kue.

Kandungan Mineral

Garam biasa dapat mengandung mineral alami dalam jumlah kecil, seperti magnesium, kalsium, dan kalium, tergantung sumbernya.

Sebaliknya, garam meja mengandung mineral alami yang lebih sedikit karena proses pemurnian, tetapi umumnya diperkaya dengan yodium untuk membantu mencegah gangguan akibat kekurangan yodium, seperti gondok.

Rasa

Keduanya sama-sama asin, tetapi garam biasa kadang memiliki rasa yang sedikit lebih kompleks karena kandungan mineral alaminya. Garam meja memiliki rasa asin yang lebih bersih dan konsisten.

Kegunaan

Garam Biasa

Biasanya sangat cocok untuk membuat ikan asin atau proses pengawetan makanan lainnya. Untuk tambahan kaldu sup hingga marinasi daging.

Garam Meja

Cocok untuk masakan sehari-hari, bumbu tabur, adonan kue, minuman dan makanan yang membutuhkan garam cepat larut

Lantas mana yang lebih sehat? Tidak ada yang mutlak lebih sehat. Yang terpenting adalah mengonsumsi garam dalam jumlah yang wajar.Jika asupan yodium dari makanan sehari-hari kurang, garam meja beryodium bisa menjadi pilihan yang baik. Sementara itu, garam biasa dapat digunakan sesuai kebutuhan memasak, terutama jika menginginkan tekstur yang lebih kasar atau cita rasa tertentu.

Perbedaan utama garam biasa dan garam meja terletak pada proses pengolahan, ukuran butiran, serta kandungan tambahannya. Garam meja umumnya lebih halus dan diperkaya yodium, sedangkan garam biasa cenderung berbutir lebih kasar dan dapat mempertahankan sedikit mineral alami. Apapun pilihannya, gunakan secukupnya agar masakan tetap lezat dan kesehatan tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *