
Tidak ada yang bisa membantah atau menyanggah bahwa Indonesia memiliki kuliner tradisional yang sangat beragam. Hampir setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing. Sayangnya sampai Indonesia merdeka, belum ada pencatatan secara resmi dari kekayaan kuliner Indonesia tersebut.
Seperti kebanyakan budaya di Asia yang memiliki kelemahan pada pencatatan, Bangsa Indonesia juga mengalaminya. Beberapa pencatatanya sangat buruk terutama masalah kuliner. Bukan hanya masih sangat kurang, namun belum pernah ada yang melakukan pencatatan untuk resep khas Indonesia.
Hingga pada dekade 60an, Presiden Soekarno memerintahkan untuk membuat buku mengenai kekayaan resep kuliner Indonesia. Dan buku ini selesai pada 1967, dan terbit sebagai buku kumpulan resep khas Indonesia berjudul Mustika Rasa.

Buku Mustika Rasa merupakan bukti prestasi tertinggi dalam pengumpulan resep-resep kuliner tradisional Indonesia. Buku setebal 1.123 halaman itu dimulai t 1960 ketika Menteri Pertanian Brigjen dr. Azis Saleh bertemu Presiden Soekarno. Dalam pertemuanitu, Soekarno meminta sekaligus memerintahjan untuk diterbitkan kookboek atau buku resep masakan Indonesia terlengkap.
Di buku ini ada lebih dari 1.000 resep masakan Indonesia yang berasal dari Sabang sampai Merauke dan merupakan satu-satunya buku resep kuliner tradisional Indonesia terlengkap yang pernah ada.

Beruntung Mustika Rasa kembali di cetak ulang. Menurut Sejarawan JJ Rizal, Soekarno memang bukan penikmat kuliner dan beliau tidak menyukai makanan Eropa sama sekali. “Bahkan, saking cintanya dengan kuliner Indonesia, Soekarno hanya mau makan sambal dengan wadah cobek.Itulah alasan Presiden pertama RI tersebut tidak hanya meninggalkan warisan monumen, patung megah, hingga berbagai lukisan, tapi juga sebuah buku resep masakan nusantara,” ujar JJ Rizal.
Buku ini berisi 1600 resep dan cerita kuliner dari Sabang sampai Merauke yang dikumpulkan antara tahun 1960-1966. Intinya dalam buku ini terdapat rekaman lengkap resep masakan plus budaya dapur yang menarik untuk di ikuti.
Dengan tebal 1.123 halaman, selain kuliner, buku ini banyak mengulas tentang tata dapur yang baik, gizi, makanan hiburan atau jajanan, cara melipat ketupat yang baik dan sebagainya.

