
Pernah baca atau dengar matcha wave? Benar, jika akhir-akhir ini FYP kamu isinya orang ngopi pakai gelas warna hijau, selamat…itulah dia. Jangan heran jika mulai dari kafe estetik hingga minimarket, belakangan selalu menu matcha. Macam-macam gayanya, disajikan dingin, panas, dicampur susu, bahkan dijadikan es krim dan dessert.
AADM
Pertanyaannya, kenapa sih matcha bisa se-viral itu? Matcha Itu Apa, Sih? AADM Ada Apa Dengan Matcha? Banyak orang berpikir matcha sama dengan teh hijau biasa. Padahal, keduanya sama sekali beda. Matcha dibuat dari daun teh pilihan yang ditanam dengan teknik khusus, lalu dikeringkan dan digiling hingga menjadi bubuk super halus. Karena bubuknya ikut diminum, rasa dan aromanya jadi lebih kuat dibanding teh hijau biasa.
Singkat cerita, teh hijau itu cenderung “adem”, matcha punya karakter yang lebih berani.
Jujur aja, nggak semua orang langsung jatuh cinta sama matcha. Nggak sedikit yang berkomentar, rasanya mirip rumput atau bahkan mirip daun. Semua itu adalah bagian dari first impression pada matcha.

Lucunya, semakin diminum dan sering, malah makin nagih. Boleh dibilang Ini tipe minuman yang nggak cari perhatian di tegukan pertama, tapi pelan-pelan bikin kamu kecanduan dan pengin beli lagi dan lagi.
Lantas kenapa matcha hits banget?Jawabannya simpel: enak, estetik, dan gampang dipadu padankan dengan aneka menu lainnya. Mau dijadikan latte, dicampur oat milk, dibikin es krim, jadi topping dessert? Semua bisa dan ok. Belum lagi warna hijaunya yang cantik dan menggoda bikin foto minuman langsung naik level. Jangan heran kalau ada yang komen, “minum belakangan, foto duluan.”
Selain rasanya yang enak dan khas, matcha juga kaya antioksidan alami. Kafeinnya dapat membantu meningkatkan fokus bagi sebagian orang, meski sensasinya terasa lebih lembut dan tidak senendang kopi. Meski begitu, tetap jangan berlebihan. Karena efeknya tetap bisa bikin betah melek aliass susah tidur, apalagi kalau diminum malam-malam.

Matcha Bukan Cuma Tren
Jika kamu pikir matcha barusan aja viral dan nggak bertahan lama, kamu salah besar! Di balik tampilannya yang estetik, ada budaya panjang dari Jepang yang menjadikan matcha sebagai bagian penting dalam tradisi minum teh. Jadi setiap tegukan bukan cuma soal rasa, tapi juga membawa cerita.
Worth It Nggak? Tergantung, kamu suka rasa yang creamy, sedikit pahit, dan aroma teh yang kuat, makan jawabannya worth it banget! Tapi kalau kamu penyuka minuman dominan manis, maka kamu akan butuh waktu lebih panjang buat akrab sama matcha. Lagian soal selera emang nggak bisa dipaksa.
Matcha berhasil membuktikan kalau warna hijau bukan cuma identik sama sayuran. Sekarang, si hijau ini adalah icon minuman yang bikin banyak orang rela antre berderet-deret di kafe. Jadi, kalau belum pernah coba matcha, nggak ada salah kamu mencobanya, siapa tahu, habis satu gelas kamu malah ikut bilang, “Oke… sekarang aku paham kenapa matcha selalu masuk FYP!”

