
Ikan salmon berasal dari ikan jenis marga Salmo dan Oncorhynchus. Kemudian serapan kata ini menjadi samoun dalam bahasa Inggris abad pertengahan. Pengetahuan tentang ikan ini turut terbawa oleh para imigran Eropa ke Amerika. Pendatang Amerika ini juga melihat orang-orang asli Amerika juga sudah mengolah, ikan salmon dalam menu diet mereka.
Karena jumlah yang melimpah, para penjajah Eropa menjadikan salmon sebagai diet utama. Akibatnya populasi salmon merosot tajam. Akhirnya pemerintah membatasi konsumsi salmon ini hanya boleh makan sekali dalam seminggu saja.
Namun salmon berlimpah di pantai Timur dan Barat Amerika. Perairan di Barat Laut sangat melimpah dengan salmon, bahkan mereka menyebutnya sebagai kalkun Alaska. Sementara di Hawaii, disebut Lomi Lomi, makanan yang sangat dihargai.

Daerah New England adalah kawasan yang pertama kali mulai pengalengan salmon pada 1840. Kemudian mengirimkannya ke seluruh California. Namun pada 1864, keadaan berbalik, California justru memasok salmon kalengan ke timur. Saat ini semua salmon Atlantik berasal dari Kanada atau Eropa.
Saat ini ada sekitar delapan spesies salmon di perairan Amerika Utara,dan sekitar lima spesies lainnya dari perairan Pasifik. Di seluruh dunia, produksi salmon komersial melebihi satu miliar poundsterling per tahun, dengan sekitar tujuh puluh persen berasal dari peternakan salmon akuakultur.
Salmon asap tersedia dalam berbagai bentuk, yang paling populer adalah lox. Lox, pertama kali muncul pada 1941. Nama lox ini berasal dari bahasa Yiddish dan berasal dari New York. Lox diawetkan dalam air garam. Tentu saja, item menu yang sangat populer adalah irisan tipis lox di atas bagel dengan krim keju. Acar lox juga menjadi favorit berkat Concord Hotel di Catskill Mountains of New York, yang membuat resep tersebut pada 1939. #5/17

