
Dr. Anju Sood, ahli gizi Bengaluru University menjelaskan bahwa tidak semua biji pepaya mengandung racun. Tetapi memang beberapa bijinya sangat pahit. Itulah yang membuat anggapan bahwa biji pepaya dapat memicu semacam ganggung gastro-intestinal. “Namun sebenarnya biji pepaya dapat dimakan bahkan sangat bermanfaat bagi kesehatan,” tulisnya dalam sebuah jurnal ilmiah.
Pepaya memang banyak disukai karena harganya yang murah dan rasanya lezat dengan nutrisi yang luar biasa. Namun kenikmatan ini tidak berlaku bagi biji pepaya. Kebanyakan biji pepaya hanya akan berakhir di tempat sampah, padahal, manfaat biji pepaya sangat banyak!
Menurut penelitian Molecules Switzerland, biji pepaya bukan hanya bisa dimakan tetapi juga bergizi tinggi. Biji pepaya dapat dimakan, namun dalam jumlah yang terbatas. Biji papaya mengandung polifenol dan flavonoid yang sangat tinggi. Dua senyawa ini bertindak sebagai antioksidan untuk membantu meningkatkan kesehatan.

Antioksidan bertugas melawan radikal bebas penyebab penyakit untuk mencegah stres oksidatif dan menangkal penyakit kronis. Terlebih lagi, biji Pepaya mengandung asam lemak tak jenuh tunggal yang sehat, dan termasuk asam foleat. Diet tinggi asam lemak tak jenuh tunggal, mampu menurunkan trigliserida dan kadar kolesterol lipoprotein (VLDL) sebesar 19% dan 22%.
Biji pepaya mengandung banyak serat. Asupan serat yang cukup dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Konsumsi serat yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, dan obesitas.
Dan cara yang paling mudah mengkonsumsi biji pepaya adalah dengan cara menelannya tanpa dikunyah. Cara ini efektif untuk menghilangkan rasa pahit dari biji pepaya.

