
Banyak yang meragukan kemampuan dan kesehatan atas penggunaan minyak zaitun alias olive oil secara berulang dalam memasak. Banyak penelitian dilakukan untuk menguji olive oil dengan panas tinggi untuk jangka waktu yang lama.
Dan ternyata dalam kondisi ekstrem seperti itu, olive oil sama sekali tidak membentuk senyawa radikal bebas berbahaya dalam jumlah yang signifikan. Ini jelas tidak bisa ditemukan pada minyak sawit atau kelapa. Penelitian ini juga membantah mitos, bahwa memanaskan minyak zaitun mengarah pada pembentukan lemak trans.
Penelitian itu secara menyakinkan membuktikan, menggoreng menggunakan olive oil hingga delapan kali berturut-turut, hanya meningkatkan kadar lemak trans dari 0,045% menjadi 0,082% saja. Angka tersebut sangat mengejutkan dan membuktikan dalam angka batas yang masih sehat.

Penelitian itu juga membuktikan jika Olive oil tahan terhadap kerusakan oksidatif. Kualitas olive oil mampu bertahan jauh lebih lama ketimbang jenis minyak lainnya. jika dengan minyak goreng biasa, pemakaian yang berulang kali untuk memasak, akan menyebabkan oksidasi dan dapat membentuk senyawa radikal bebas.
Bukan hanya itu saja, memasak dengan olive oil dipercaya baik bagi kesehatan jantung. Ini minyak yang berasal buah zaitun ini rendah kandungan asam lemak tapi tinggi akan asam lemak tak jenuh tunggal. Olive oil juga memiliki nilai smoke point atau suhu kualitas minyak yang mulai menurun dan menghasilkan asap yang tinggi, berkisar pada 242 derajat celcius. Karena nilai smoke point olive oil yang tinggi, maka minyak tersebut aman digunakan beberapa kali, terutama jika proses pemasakan sebelumnya tidak menggunakan api atau panas yang terlalu panas.

