
Nasi Kebuli itu bukan asli Indonesia, tapi udah jadi warga negara Indonesia. Asalnya dari Timur Tengah umumnya dari Yaman atau jazirah Arab, dibawa pedagang dan jemaah haji, lalu di-Indonesiakan oleh komunitas Arab-Betawi di Jakarta, Surabaya, dan Pekalongan. Beda dengan nasi kebuli di Arab yang pakai ghee banyak, versi Indonesia lebih light, pakai santan atau susu, dan rempahnya lebih nendang.
Bahan:
- Beras: 400gr beras basmati, rendam 30 menit – bisa mix 1 cup basmati + 2 cup beras pulen
- Daging: 500gr kambing atau sapi, atau 4 potong ayam
- Bumbu halus: 6 bawang merah, 4 bawang putih, 2cm jahe, 1 sdt ketumbar, 1/2 sdt jintan
- Rempah cemplung: kayu manis, 4 kapulaga, 4 cengkeh, 2 bunga lawang, daun salam, serai
- Cairan: 500ml air + 200ml susu cair / santan encer + 2 sdm minyak samin
- Topping: kismis + bawang goreng melimpah

Cara Rice Cooker:
- Tumis dulu (5 menit): Di wajan, panaskan samin, tumis bumbu halus + rempah cemplung sampai wangi. Masukkan daging, aduk sampai berubah warna. Tuang air + susu, garam 1 sdt. Masak 10 menit.
- Pindah ke rice cooker: Masukkan beras yang sudah ditiriskan, tuang semua tumisan + kuahnya. Atur air seperti masak nasi biasa (1 ruas jari di atas beras). Jangan kebanyakan, basmati gampang benyek!
- COOK: Tekan tombol cook, biarin sampai jadi WARM. Jangan buka 10 menit pertama.
- Finishing: Tabur kismis, aduk pelan pakai sumpit, tutup lagi 5 menit mode warm. Tabur bawang goreng.
Pelengkap wajib: acar timun-wortel, sambal tomat, emping.
Tips biar mirip restoran: Pakai 1 sachet bumbu kebuli instan + susu evaporasi, aromanya langsung naik.

