
Tape, baik tape singkong maupun tape ketan, merupakan makanan hasil fermentasi yang mengandung berbagai zat gizi dan senyawa hasil fermentasi yang bermanfaat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pedoman Gizi Seimbang dan anjuran konsumsi makanan fermentasi sebagai bagian dari pola makan yang beragam. Tape dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi tetap sebaiknya dikonsumsi dalam porsi sedang dan dipadukan dengan makanan bergizi lainnya, antara lain:
Kesehatan Pencernaan
Proses fermentasi menghasilkan mikroorganisme dan enzim yang dapat membantu proses pencernaan.
Sumber Energi
Tape mengandung karbohidrat yang mudah dicerna sehingga dapat menjadi sumber energi yang cepat.
Vitamin B
Fermentasi dapat meningkatkan ketersediaan beberapa vitamin B yang berperan dalam metabolisme energi.
Mengandung Antioksidan
Senyawa hasil fermentasi dapat membantu melawan radikal bebas dan mendukung kesehatan sel. Fermentasi memecah sebagian pati menjadi gula sederhana sehingga tape lebih mudah dicerna dibanding bahan mentahnya.

Hal yang perlu diperhatikan
Tape mengandung gula dan sedikit alkohol yang terbentuk secara alami selama fermentasi, sehingga sebaiknya dikonsumsi secukupnya. Orang dengan Diabetes Melitus perlu membatasi porsinya karena kandungan gulanya dapat memengaruhi kadar glukosa darah. Pastikan tape dibuat dan disimpan secara higienis untuk mengurangi risiko kontaminasi.
Sumber ilmiah
Food and Agriculture Organization – Publikasi mengenai manfaat pangan fermentasi.
World Health Organization – Informasi tentang keamanan pangan fermentasi dan perannya dalam pola makan sehat.

